"Mas, tinta hitam printernya habis ya? Kok enggak diisi, sih? Aku kan mau nge-copy bukti pembayaran."
Kakak saya hanya menatap saya sejenak, lalu ia teruskan makannya yang tertunda. Jelas, raut muka saya makin suntuk. Sebelum saya kembali protes, kakak saya mengatakan, "Kamu tuh ya, ada dua printer kan di kamarku. Pakelah satu printer yang bisa buat nge-scan terus scan bukti pembayarannya. Nah, print deh scanannya pake printer satunya lagi - yang ada tintanya. Edit jadi hitam putih. Beres kan?"
Saya hanya bisa melongo. Kakak saya kembali menatap saya, lalu tersenyum mengejek. "Kamu tuh ya, udah mahasiswa. Pola pikirmu tuh harus kreatif. Kalau terus berpikir inside the box, apa bedanya kamu sama pembantu? Otakmu -" Ia mengetuk kepalanya. "- dipake buat mikir. Ngerti?"
Memang menyebalkan, tapi terima kasih nasihatnya, mas.
Oh iya, saya mohon cepat selesaikan tesis mas. Mas kan sudah mahasiswa S2, kok masih merepotkan mama?
(Senyum mengejek)
Nasihat yang amat bijaksanaa saya tersentuh :')
BalasHapus-MAHASISWA BAPER
Savage ayy
BalasHapus(Calm down tho wkwk)
Excuse me, but hE'S THE ONE WHO STARTED IT.
HapusI'M NO ONE TO BLAME OKAY.
btw, thank you so much for commenting bbe :)