Halo kalian semua yang masih membaca blog ini. Saya meragukan sih, ada yang mau baca apa yang saya ketik ini. Tapi ya sudahlah ya.
Saat ini saya sudah resmi menetap di Semarang. Saya sudah menjalani apa yang seharusnya dijalani seorang mahasiswa baru. Bahkan, saya sudah memulai kuliah saya. Memang sih, baru sekadar materi mengenai etika dasar dan sebagainya, tapi tugasnya itu lho.
Tubuh saat tidak bisa mengikuti semuanya dengan baik.
Saya sangat beruntung ibu saya datang menemui saya kemarin Jumat. Tubuh saya drop total saat Jumat malam, jadi beruntung sekali beliau hadir untuk menemani saya. Sabtu pagi saya merasa baikan, tetapi setelah kuliah pengganti pada hari itu badan saya mulai berulah.
Ibu saya khawatir, maka saya dibawa ke rumah sakit pendidikan milik kampus saya. Karena hari itu hari Sabtu, saya dianjurkan untuk berobat di unit gawat darurat lantaran praktek dokter umum hari Sabtu tidak buka. Setelah pendaftaran, saya pun diminta untuk berbaring. Seorang perawat memeriksa kondisi saya - bertanya-tanya kondisi saya sebelumnya, mengecek tensi, dan mengecek suhu badan saya. Setelah itu, saya ditinggal untuk beberapa saat. Saat kondisi saya yang demam, saya mendengar sayup-sayup keramaian dibalik tirai ruang pemeriksaan.
Setelah dokter datang dan memeriksa saya, akhirnya saya diperbolehkan untuk keluar. Ketika saya duduk di bangku yang tersedia, saya melihat sebuah tirai menutupi tempat tidur pemeriksaan. Tidak hanya itu, saya juga mendengar suara jeritan di luar ruang unit gawat darurat. Menunggu ibu saya yang tengah berbicara dengan dokter, saya melihat seorang perawat sedang memantau hasil CT Scan dari kepala seseorang.
Ah, sepertinya...
Sebuah ambulans terparkir di depan gedung unit gawat darurat. Suara tangisan. Raut muka sang dokter yang entah tidak tahu harus berbuat apa.
Sesampai di tempat menetap saya, saya tidak bisa tenang. Saya terus bertanya kepada ibu saya. Kenapa? Bagaimana? Apa yang baru saja mereka katakan?
Ibu saya tidak berkata banyak, yang pasti ibu saya hanya bisa berkata satu hal yang pasti,
"Itu nanti akan jadi masa depanmu, mentalmu harus kuat ya nak."
Ternyata, beban saya saat ini tidak seberapa jika dibandingkan beban saya ketika saya sudah menjadi...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar