"Kau... tidak takut?"
Kubuka kedua mataku, seketika menyambut tatapannya. Semilir angin sejuk menyapu lembut poninya - membuatku dapat melihat jelas bola matanya yang indah. Bibir mungilnya mengatup rapat, menunggu jawabanku.
Perlukah aku menjawabnya?
"Mungkin... mungkin saja kau masih bisa selamat, kau tahu?" Gadis itu mendekat, tangan kanannya menyentuh pipiku lembut. "Kau bisa hidup, mungkin bahagia, tanpa aku." Suaranya parau, matanya berkaca-kaca.
Kuletakkan tanganku diatas tangannya, meyakinkannya.
"Aku bahagia, jika kau ada bersamaku."
Hal terakhir yang kulihat adalah senyumnya yang lembut dan setetes air mata.
"Ayo pulang."
Sinar putih membutakan pandanganku, memeluk erat.
Selasa, 28 Maret 2017
Minggu, 26 Maret 2017
redup
Tyler Joseph menyanyikan ulang lagu Cancer milik My Chemical Romance - ya, band kesukaan kita - dan aku sadari bahwa Twenty One Pilots membuat durasi lagunya lebih lama.
Namun kau tahu? Akhir lagu itu tetap sama.
That if you say
Good-bye today
I'd ask you to be true
'Cause the hardest part of this
Is leaving you
Yep, seseorang yang dikisahkan dalam lagu itu tetap pergi dan meninggalkan sosok yang ia cintai, sosok yang ia tahu tidak akan ia nikahi.
Aku tahu bahwa dirimu sangatlah rapuh, maka dari itu aku menjauh. Jarak 457,6 kilometer aku tempuh agar mataku tidak lagi melihat sosokmu. Kuganti sim cardku agar tidak ada lagi hubungan diantara kita. Keadaanku yang memburuk membuatku jauh dari media sosial, yang membuatku bersyukur karena tidak akan ada lagi kemungkinan kita saling berkontak.
Tapi mengapa? Mengapa disaat hitungan terakhir aku ingat lagi padamu? Mengapa aku menangis mengingat bahwa saat aku pergi, dan aku yakin kau tidak akan tahu, kau telah melupakanku? Mengapa aku masih ingin kau ada disini, menemaniku disaat sekaratku?
Mengapa aku rindu kau?
Namun kau tahu? Akhir lagu itu tetap sama.
That if you say
Good-bye today
I'd ask you to be true
'Cause the hardest part of this
Is leaving you
Yep, seseorang yang dikisahkan dalam lagu itu tetap pergi dan meninggalkan sosok yang ia cintai, sosok yang ia tahu tidak akan ia nikahi.
Aku tahu bahwa dirimu sangatlah rapuh, maka dari itu aku menjauh. Jarak 457,6 kilometer aku tempuh agar mataku tidak lagi melihat sosokmu. Kuganti sim cardku agar tidak ada lagi hubungan diantara kita. Keadaanku yang memburuk membuatku jauh dari media sosial, yang membuatku bersyukur karena tidak akan ada lagi kemungkinan kita saling berkontak.
Tapi mengapa? Mengapa disaat hitungan terakhir aku ingat lagi padamu? Mengapa aku menangis mengingat bahwa saat aku pergi, dan aku yakin kau tidak akan tahu, kau telah melupakanku? Mengapa aku masih ingin kau ada disini, menemaniku disaat sekaratku?
Mengapa aku rindu kau?
Langganan:
Komentar (Atom)