Kamis, 12 Oktober 2017

dear you

in this crowded, little world we live in
whenever you feel suffocated and can't breath
i always (at least i tried) lend my ears for you


please, be happy

Sabtu, 03 Juni 2017

analogi

Ketika aku mengingatmu, aku teringat matahari. Dan jika aku pandangi diriku pada permukaan cermin, aku teringat bunga matahari. Sebuah analogi memang, tapi menurutku kedua hal itu sangat mencerminkan aku padamu.

Bunga matahari, dinamakan begitu karena kesetiaannya pada sang surya. Bunga ini selalu menghadap matahari, tidak peduli jauh dekatnya. Untuk bunga matahari, sang surya hanyalah satu-satunya.

Namun, untuk sang surya, bunga matahari ini hanyalah 'salah satu diantara yang lainnya'.

Jumat, 21 April 2017

sesal?

Ketika kau mengenali seseorang selama bertahun-tahun, tanpa kau sadari kau dapat mengerti baik orang itu. Tanpa kata diantara kalian, seakan dengan keberadaannya saja kau sudah mengerti.

Aku memiliki seseorang yang kukenali baik semenjak kecil, dan seseorang itulah yang hatiku putuskan untuk menjadi kisah kasih pertamaku. Dan hal ini terjadi ketika aku masih naif sekali.

Yang kukira cinta monyet ini, ternyata tidak pernah hilang.

Bertahun-tahun aku mengenalnya, dan aku tahu ia selalu mencari. Tangannya selalu menggenggam tangan lainnya, namun bukan tanganku. Namun, kami tetap dekat (ya, jika yang kau bilang aksi mengejar dan berkelahi itu dekat) dan ia selalu menceritakan asmaranya padaku.

Ia begini, ia begitu. Namun, sungguh, aku mengerti. Tanpa ia ceritakan pun aku mengerti.

Karena aku mengenalnya, tidak seperti yang lain.

Suatu hari, ia berhenti mencari, dan kami makin dekat. Aku, yang mengira ia tidak bisa melupakan gadisnya, terus membujuknya untuk kembali. Melihat ia muram bukanlah kesenanganku. Bujuk dan bujuk, kiasan ceria aku curahkan padanya -- walau pun sesungguhnya aku ingin ia melihatku.

Perlahan ia kembali tegar. Sosoknya yang cemerlang kembali. Aku yang mengertinya pun mengerti, ia telah menemukan labuhan selanjutnya.

Hingga suatu hari, ia bertanya padaku, sesuatu yang tidak kukira keluar dari mulutnya.

"Lo tertarik gak sih buat pacaran?"

Dan, aku yang mengerti tentangnya, berkata tidak - karena aku mengerti.






Semenjak saat itu, aku mulai tidak mengenal siapa ia sebenarnya.

Selasa, 28 Maret 2017

mortem

"Kau... tidak takut?"

Kubuka kedua mataku, seketika menyambut tatapannya. Semilir angin sejuk menyapu lembut poninya - membuatku dapat melihat jelas bola matanya yang indah. Bibir mungilnya mengatup rapat, menunggu jawabanku.

Perlukah aku menjawabnya?

"Mungkin... mungkin saja kau masih bisa selamat, kau tahu?" Gadis itu mendekat, tangan kanannya menyentuh pipiku lembut. "Kau bisa hidup, mungkin bahagia, tanpa aku." Suaranya parau, matanya berkaca-kaca.

Kuletakkan tanganku diatas tangannya, meyakinkannya.

"Aku bahagia, jika kau ada bersamaku."

Hal terakhir yang kulihat adalah senyumnya yang lembut dan setetes air mata.

"Ayo pulang."



Sinar putih membutakan pandanganku, memeluk erat.

Minggu, 26 Maret 2017

redup

Tyler Joseph menyanyikan ulang lagu Cancer milik My Chemical Romance - ya, band kesukaan kita - dan aku sadari bahwa Twenty One Pilots membuat durasi lagunya lebih lama.

Namun kau tahu? Akhir lagu itu tetap sama.

That if you say
Good-bye today
I'd ask you to be true
'Cause the hardest part of this
Is leaving you

Yep, seseorang yang dikisahkan dalam lagu itu tetap pergi dan meninggalkan sosok yang ia cintai, sosok yang ia tahu tidak akan ia nikahi.

Aku tahu bahwa dirimu sangatlah rapuh, maka dari itu aku menjauh. Jarak 457,6 kilometer aku tempuh agar mataku tidak lagi melihat sosokmu. Kuganti sim cardku agar tidak ada lagi hubungan diantara kita. Keadaanku yang memburuk membuatku jauh dari media sosial, yang membuatku bersyukur karena tidak akan ada lagi kemungkinan kita saling berkontak.

Tapi mengapa? Mengapa disaat hitungan terakhir aku ingat lagi padamu? Mengapa aku menangis mengingat bahwa saat aku pergi, dan aku yakin kau tidak akan tahu, kau telah melupakanku? Mengapa aku masih ingin kau ada disini, menemaniku disaat sekaratku?



Mengapa aku rindu kau?

Kamis, 12 Januari 2017

waktu

9:00 PM - 10 Januari 2017

Kita butuh waktu. Bukan, aku butuh waktu.
Waktu – untuk menjauhimu, untuk melupakanmu.
Menjauhimu – agar aku tidak lagi terluka, agar jiwaku tidak lagi terikat.
Aku ingin menjadi manusia bebas!
Jelas, kau tidak menginginkanku. Bah, aku tidak bodoh kawan. Nada bicaramu itu, tatapanmu itu, semuanya.
Tapi, katakan padaku, bagaimana caranya aku menjauhimu? Bagaimana caranya aku, yang sudah selama seumur hidupku mengorbit padamu, membencimu?





Aku butuh waktu.



(originally created for a challenge)

Senin, 09 Januari 2017

k a u

Detik ini, aku tengah mendengarkan lagu yang dulu kau sukai.

Dulu - ingatkah kau dulu, semua orang katakan kita seperti saudara. Cermin. Entah, mungkin karena muka kita yang menyerupai satu sama lain atau mungkin karena kita memang "sejenis", tetapi jujur saya, aku tidak keberatan.

Malah, aku menyukai ide bahwa aku memiliki sahabat sepertimu.

Namun, mari kita pertegas kata dulu.


Sekarang, kau dimana?





Selamat tanggal 9 Januari, kawan.

Dari aku, "kakak"mu.