Jumat, 21 April 2017

sesal?

Ketika kau mengenali seseorang selama bertahun-tahun, tanpa kau sadari kau dapat mengerti baik orang itu. Tanpa kata diantara kalian, seakan dengan keberadaannya saja kau sudah mengerti.

Aku memiliki seseorang yang kukenali baik semenjak kecil, dan seseorang itulah yang hatiku putuskan untuk menjadi kisah kasih pertamaku. Dan hal ini terjadi ketika aku masih naif sekali.

Yang kukira cinta monyet ini, ternyata tidak pernah hilang.

Bertahun-tahun aku mengenalnya, dan aku tahu ia selalu mencari. Tangannya selalu menggenggam tangan lainnya, namun bukan tanganku. Namun, kami tetap dekat (ya, jika yang kau bilang aksi mengejar dan berkelahi itu dekat) dan ia selalu menceritakan asmaranya padaku.

Ia begini, ia begitu. Namun, sungguh, aku mengerti. Tanpa ia ceritakan pun aku mengerti.

Karena aku mengenalnya, tidak seperti yang lain.

Suatu hari, ia berhenti mencari, dan kami makin dekat. Aku, yang mengira ia tidak bisa melupakan gadisnya, terus membujuknya untuk kembali. Melihat ia muram bukanlah kesenanganku. Bujuk dan bujuk, kiasan ceria aku curahkan padanya -- walau pun sesungguhnya aku ingin ia melihatku.

Perlahan ia kembali tegar. Sosoknya yang cemerlang kembali. Aku yang mengertinya pun mengerti, ia telah menemukan labuhan selanjutnya.

Hingga suatu hari, ia bertanya padaku, sesuatu yang tidak kukira keluar dari mulutnya.

"Lo tertarik gak sih buat pacaran?"

Dan, aku yang mengerti tentangnya, berkata tidak - karena aku mengerti.






Semenjak saat itu, aku mulai tidak mengenal siapa ia sebenarnya.